Bandung, JendelaJabar.com – Sinergi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat dinilai semakin solid dalam satu tahun terakhir. Kolaborasi lintas level pemerintahan tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan program pemerintah provinsi berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.
“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang tidak pernah lelah berkeliling ke daerah-daerah sehingga selalu ada kesinambungan program,” ujar Farhan, Minggu (22/2/2026).
Menurut Farhan, komunikasi yang intens antara pemerintah kota dan provinsi memungkinkan berbagai persoalan strategis dibahas dan diselesaikan secara kolaboratif. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, pengelolaan kebun binatang, hingga penataan kawasan bersejarah di Kota Bandung.
Ia juga menilai hubungan kerja antara pemerintah kota dan provinsi terjalin dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang kuat dalam mempercepat proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan kebijakan di lapangan.
Tidak hanya di tingkat provinsi, komunikasi dengan pemerintah pusat juga berjalan erat. Farhan mengungkapkan, koordinasi terus dilakukan dengan jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya kementerian yang berkaitan langsung dengan urusan pemerintahan daerah dan pengembangan sektor strategis.
Beberapa kementerian yang terlibat antara lain Kementerian Dalam Negeri serta kementerian yang menangani sektor ekonomi kreatif dan kebudayaan. Dukungan dari pemerintah pusat dinilai penting dalam memperkuat regulasi, legitimasi kebijakan, hingga bantuan anggaran bagi program-program daerah.
Dalam proses penetapan cagar budaya, misalnya, perhatian dari Kodam III/Siliwangi bersama Kementerian Kebudayaan turut memperkuat koordinasi lintas sektor dan kewenangan.
Farhan menegaskan, sinergi antarpemerintah menjadi kunci keberhasilan pembangunan, mengingat banyak program nasional membutuhkan kesiapan daerah, baik dari sisi perencanaan, regulasi, maupun dukungan pembiayaan. Tanpa keselarasan kebijakan, target pembangunan dikhawatirkan tidak dapat tercapai secara optimal.
Ia menambahkan, arah pembangunan harus berjalan selaras dari pusat hingga daerah. Perencanaan makro di tingkat nasional perlu diterjemahkan secara presisi dalam kebijakan teknis di daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Semua harus berjalan seirama dan sejalan,” tegasnya.
Farhan optimistis, dengan komunikasi terbuka, koordinasi rutin, serta kolaborasi yang solid di semua level pemerintahan, berbagai tantangan pembangunan di Kota Bandung dapat dihadapi secara lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan. Ia berharap pola sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berdampak nyata bagi warga Kota Bandung.
Tim Redaksi
