
Oleh : Wawan Ridwan, S.E
Hari ini, masih memasuki sepuluh hari pertama di Bulan Ramadhan 1447 H. Umat Islam tengah berpuasa.
Kita berharap kepada Sang Pencipta, semoga kita tetap diberi kesehatan lahir batin dan rizqi yang berkah sebagai bekal kita untuk beribadah. Terlebih untuk berpuasa di bulan ini.
Memasuki sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan, merukan momen Rahmat Allah SWT diberikan kepada umat yang berpuasa. Kasih sayang yang tak terhingga diberikan kepada umat Islam yang memanfaatkan untuk beribadah di momen ini, Ramadhan 1447 H.
Dalam sumber Kitab Al-Hikmah, di sepuluh pertama (10 hari pertama) bulan Ramadan adalah fase penuh rahmat (kasih sayang) Allah SWT, di mana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan doa-doa dikabulkan.
Momen ini sangat krusial untuk menata hati, meluruskan niat, dan meningkatkan intensitas ibadah guna meraih keberkahan sejak awal Ramadan.
Keutamaan dan Momen 10 Hari Pertama Ramadan:
Fase Rahmat, adalah Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya secara maksimal kepada hamba-Nya.
Pintu Neraka Ditutup. Adalah berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, setan dibelenggu dan pintu-pintu neraka ditutup di awal bulan.
Doa yang Mustajab. Adalah waktu ini sangat baik untuk berdoa, khususnya saat sahur malam hari.
Waktu Beradaptasi. Yakni, fase terberat untuk beradaptasi dari pola makan normal ke puasa, sekaligus momen membangun semangat untuk ibadah penuh hingga akhir bulan.
Pahala Dilipatgandakan. Segala amalan kebaikan, termasuk membaca Al-Qur’an, dilipatgandakan pahalanya.
Amalan yang Dianjurkan. Diantaranya adalah Tadarus Al-Qur’an. Membaca dan memahami wahyu Allah. Juga Shalat Berjamaah. Memaksimalkan salat fardu dan tarawih di masjid berjamaah.
Sedekah dan Berbagi. Bagi yang diberi kelapangan kekayaan Rizqi manfaatkan untuk memberi makan orang yang berbuka puasa. Karna pahala bagi orangnya memberi makan atau minum kepada orang yang berpuasa adalah setara dengan ia berpuasa.
Dzikir dan Doa. Sebagai peneguhan hati untuk lebih tangguh, meningkatkan zikir dan doa pada pagi, siang, dan malam hari adalah amalannya.
Dengan demikian, mari kita terus bergegas memaksimalkan 10 hari pertama ini untuk membentuk pribadi yang konsisten ibadah (istiqomah) hingga akhir tamat Ramadan ini dan terus menerus sampai tutup usia!. Wallahu’alam*
Penulis adalah Penggiat Desa dan Penggiat Sosial Kemasyarakatan. Tinggal di Kabupaten Garut, Jawa Barat)*
