Bandung, JendelaJabar.com – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat menggelar perlombaan keagamaan tingkat Polda. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh personel di lingkungan kepolisian.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Perlombaan dilaksanakan selama dua hari, Selasa (24/2/2026) hingga Rabu (25/2/2026), bertempat di Aula Masjid Al Aman Polda Jabar. Sebanyak 23 Polres jajaran serta 29 satuan kerja (Satker) dan satuan wilayah (Satwil) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sejak pembukaan hingga penutupan, suasana religius dan penuh kebersamaan terasa di lokasi kegiatan. Nuansa Ramadan yang sarat dengan nilai keimanan dan ketakwaan tercermin dalam setiap rangkaian perlombaan.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi seni marawis, lantunan dzikir Asma’ul Husna, adzan, serta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Setiap kategori diikuti oleh perwakilan terbaik dari masing-masing Polres dan satuan kerja.
Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas keimanan personel.
“Momentum Ramadan ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus memperkokoh soliditas antaranggota,” ujarnya didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko.
Ia menambahkan, pembinaan rohani dan mental memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan. Menurutnya, personel yang memiliki ketenangan batin dan kedalaman spiritual akan lebih bijak serta humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Perlombaan seni marawis menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian. Kekompakan dan harmonisasi tabuhan dari setiap tim menghadirkan suasana islami yang kental di dalam aula masjid.
Pada cabang MTQ, para qori dan qoriah melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan aspek makhraj, tajwid, kualitas suara, serta penghayatan.
Sementara itu, kategori adzan dan dzikir Asma’ul Husna juga berlangsung khidmat. Peserta dinilai dari ketepatan tajwid, kekhusyukan, serta keindahan lantunan suara.
Karo SDM berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan di lingkungan Polda Jabar. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan rohani agar kualitas spiritual personel terus terjaga dan meningkat dari waktu ke waktu.*
Tim Redaksi
