04/02/2026
Jendelajabar.com Cimahi,Jawa Barat || Kondisi memprihatinkan dialami SD Pambudi yang berlokasi berdampingan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Santiong. Bau menyengat, serbuan lalat, hingga kekhawatiran akan dampak kesehatan menjadi keluhan utama pihak sekolah dan orang tua murid.
Kepala SD Pambudi, Adi menuturkan bahwa aktivitas belajar mengajar kerap terganggu akibat bau sampah yang berasal dari TPA. Selain itu, sejumlah siswa dilaporkan sering mengalami gangguan pernapasan dan sakit perut dan getaran yang di timbulkan sangat terasa akibat pengoperasian dari mesin .
“Adanya Tempat Pembuangan Akhir ini Sangat mengganggu proses belajar mengajar serta getaran yang di timbulkan dari pengoperasian mesin sangat mengkhawatirkan” ujarnya.
Rencana akan di relokasi sudah ada yang letaknya di Cimenteng tetapi untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan belum fix kapan tetapi di pastikan tahun 2026.
Saya berharap tempat yang di sediakan cukup layak dan bisa dengan mudah di akses oleh masyarakat” lanjutnya
Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali menyurati Dinas Pendidikan serta Dinas Lingkungan Hidup, namun hingga kini belum ada solusi permanen.
Sementara itu Yeni, salah satu orang tua murid menyatakan kekhawatirannya terhadap keselamatan anak-anak.
Dengan bau yang tidak sedap menjadi kekhawatiran para orang tua,dengan rencana relokasi ke cimenteng untuk segera di pertimbangkan mengingat lokasi yang jauh dan tidak ada akses angkutan umum sementara tidak semua orang tua murid mempunyai kendaraan sendiri.
Yeni berharap TPA Santiong di pindahkan karena awalnya yang berdiri itu sekolah dan pemerintah segera mengambil langkah tegas.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap operasional TPA Santiong maupun keberadaan SD Pambudi, demi menjamin hak anak atas lingkungan belajar yang sehat dan aman.(Sanjay)
