Sumedang — Aula Kecamatan Sumedang Selatan di Jl. Pangeran Kornel No. 307, Kelurahan Pasanggrahan Baru, menjadi ruang pertemuan gagasan, harapan, dan arah masa depan pembangunan pada Kamis, 5 Pebruari 2026. Di tempat itulah Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sumedang Selatan tahun 2026 digelar, menandai dimulainya tahapan penting penyusunan prioritas pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Musrenbang kali ini mempertemukan berbagai unsur penting daerah. Hadir anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, yakni Asep Rony Hidayat, Deden Yayan Rusyanto, DM.HK, Didi Suhrowardi, S.Sos.I, Dadang Sopian Syauri, S.T, Relah Rohayati, dan Hendri Darmawan (Kang Ibro). Turut hadir perwakilan BAPPERDA Kabupaten Sumedang, Camat Sumedang Selatan, Kapolsek Sumedang Selatan, Danramil Sumedang Kota, Kepala KUA Sumedang Selatan, Kepala Puskesmas Sumedang Selatan dan Puskesmas Sukagalih, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Sumedang Selatan, FDM Kabupaten Sumedang, FDM Kecamatan, serta delegasi Musrenbang desa/kelurahan masing-masing satu orang.
Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa pembangunan bukan hanya urusan satu lembaga, melainkan kerja kolektif yang melibatkan pemerintah, legislatif, aparat kewilayahan, hingga unsur masyarakat.
Sebelum sampai ke forum kecamatan, aspirasi telah lebih dulu dihimpun melalui musyawarah tingkat dusun, lalu dibahas dalam musyawarah tingkat desa/kelurahan. Dari tahapan tersebut, usulan-usulan disaring berdasarkan tingkat urgensi—mana yang mendesak untuk segera dilaksanakan, mana yang menjadi prioritas jangka menengah, dan mana yang dirancang sebagai investasi jangka panjang.
Dalam forum ini, anggota DPRD yang hadir juga berperan sebagai narasumber. Mereka menyampaikan arahan kebijakan pembangunan Kabupaten Sumedang ke depan, dengan penekanan pada program yang berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat serta penguatan sumber daya manusia.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya berisi paparan angka dan program, tetapi juga cerita nyata dari lapangan. Ada kepala desa yang menyampaikan kondisi infrastruktur lingkungan yang perlu segera dibenahi. Ada pula harapan akan program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda. Di balik setiap usulan, terselip wajah-wajah warga yang berharap hidupnya sedikit lebih baik di tahun-tahun mendatang.
Musrenbang hari ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia adalah jembatan antara kebutuhan warga dan kebijakan daerah. Di aula tersebut, suara dari gang-gang kecil, sawah, dan perkampungan disusun menjadi arah pembangunan yang lebih besar.
Sebab sejatinya, pembangunan bukan hanya tentang proyek fisik, melainkan tentang manusia—tentang anak-anak yang ingin sekolah lebih layak, petani yang berharap hasil panennya bernilai lebih, dan keluarga-keluarga yang menanti hidup yang lebih sejahtera. Di Musrenbang Sumedang Selatan 2026, harapan-harapan itu mulai ditata, disulam, dan diarahkan menuju masa depan bersama.
Wahyu BK
