Subang, Jendelajabar.com – Penurunan tingkat kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Subang, dikeluhkan para pengelola objek wisata dalam hampir dua tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan semata-mata disebabkan oleh kebijakan larangan study tour.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Bayu Satria Prawira, menyatakan bahwa faktor utama penurunan kunjungan lebih disebabkan oleh lemahnya promosi, penataan destinasi, serta kurangnya inovasi dari pengelola wisata.
Menurut Bayu, berdasarkan hasil survei dan kunjungan langsung ke sejumlah objek wisata di Jawa Barat, sebagian besar destinasi masih memiliki kelemahan dalam strategi pemasaran dan pengembangan daya tarik.
“Rata-rata kelemahannya ada pada promosi, penataan, dan inovasi. Jika promosi dilakukan secara efektif, wisatawan tentu akan datang. Study tour hanya memberi pengaruh kecil,” ujarnya kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Rabu (25/2/2026).
Ia juga menilai kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait larangan study tour merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai lebih banyak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan komersial, sementara manfaat edukatif bagi siswa dinilai minim.
“Gubernur tidak memiliki niat melemahkan sektor pariwisata. Kebijakan ini lebih untuk menertibkan praktik yang kurang memberi manfaat bagi dunia pendidikan,” tegasnya.
Bayu menambahkan, jika larangan study tour dianggap berdampak terhadap kunjungan wisata, pengaruhnya tidak signifikan. Secara umum, tren kunjungan wisatawan di Jawa Barat masih menunjukkan peningkatan yang cukup positif.
Ia mencontohkan sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah, seperti kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), yang tetap menunjukkan kinerja baik dan tidak terdampak meski kebijakan larangan study tour telah berjalan selama dua tahun.
Komisi II DPRD Jawa Barat pun mendorong pengelola destinasi wisata untuk memperkuat promosi, meningkatkan kualitas penataan, serta menghadirkan inovasi baru agar daya tarik wisata di daerah semakin kompetitif.*
Tim Redaksi
