Bandung, JendelaJabar.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungan penuh terhadap tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik pada libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan Dedi usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan berbagai elemen masyarakat di halaman Mapolda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).
Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan membebani aparat kepolisian dalam pengamanan arus mudik. Sebaliknya, Pemprov Jabar akan membantu dengan menata aktivitas transportasi lokal yang berada di jalur utama mudik.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meliburkan sementara angkutan kota (angkot), becak, serta andong yang beroperasi di jalur mudik menjelang hingga setelah Idulfitri.
“Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat. Saya sudah melaporkan kepada Kapolda bahwa seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong dan lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah Idulfitri,” ujar Dedi.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menjelaskan, para pengemudi yang menghentikan operasional selama kurang lebih satu pekan akan diberikan kompensasi berupa uang saku.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi kemacetan di jalur mudik yang melintasi wilayah Jawa Barat, sehingga para pemudik yang menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur dapat melakukan perjalanan dengan lebih lancar dan nyaman.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku merasa terhormat dapat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus bersilaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat.
Dalam suasana santai saat berbuka puasa, Kapolri tampak berbincang dengan sejumlah perwakilan masyarakat, di antaranya pengemudi ojek online, buruh, dan mahasiswa.
“Kami mendapatkan kehormatan hadir pada acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi bersama masyarakat Jawa Barat lintas elemen, termasuk pengemudi ojol, buruh, dan mahasiswa,” ujar Kapolri.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Kapolri juga menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di sisi lain, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini bertujuan mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sejalan dengan prinsip Polda Jabar yakni Sauyunan Jaga Lembur.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga melaporkan bahwa Polda Jawa Barat telah membangun sebanyak 168 unit rumah layak huni melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak kemiskinan ekstrem.
Secara simbolis, sejumlah penerima manfaat menerima kunci rumah baru yang diserahkan langsung oleh Kapolri.
“Dengan rumah yang layak, masyarakat bisa tinggal dengan lebih nyaman dan aman,” pungkas Rudi.
Tim Redaksi
