Bandung, Jendelahukum.com – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif dalam menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) selama Ramadan 1447 Hijriah. Program ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Ajakan tersebut disampaikan Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, dalam pertemuan bersama PUJK Syariah di Hall Padjajaran, Kantor OJK Jabar, Kamis (19/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan sinergi industri keuangan syariah guna mendukung edukasi nasional bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah.”
Darwisman menegaskan bahwa GERAK Syariah bukan sekadar kegiatan seremonial selama Ramadan, melainkan gerakan nasional untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah di daerah.
Menurutnya, melalui program tersebut masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasarnya. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat bertransaksi dan berinvestasi secara aman, sesuai prinsip syariah, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal. Ia menekankan bahwa peran aktif PUJK Syariah sangat penting agar pesan edukasi dapat disampaikan secara luas dan berkelanjutan.
Pada tahun ini, GERAK Syariah menghadirkan dua program utama. Pertama, KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan) yang mengajak generasi muda membuat konten edukatif tentang keuangan syariah melalui media sosial. Kedua, KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) berupa kajian, talk show, dan pelatihan yang melibatkan tokoh agama, akademisi, serta komunitas untuk memperdalam pemahaman prinsip keuangan syariah.
OJK bersama PUJK Syariah juga akan berkolaborasi menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi di kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.*
Tim Redaksi
