Cirebon, JendelaJabar.com – Pemerintah Kabupaten Cirebon berhasil meraih penghargaan prestisius tingkat provinsi berkat keberhasilan mereka menangani anak-anak yang tidak sekolah dan memperluas akses pendidikan. Penghargaan tersebut diumumkan pada ajang Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat Awards melalui Program Jabar Beraksi 2025.
Capaian ini menyoroti tingginya partisipasi peserta pendidikan kesetaraan paket C serta efektivitas program penjangkauan anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Penilaian difokuskan pada keberhasilan kolaborasi lintas unsur pendidikan formal dan nonformal, termasuk sekolah, korwil pendidikan, dan pengelola pendidikan kesetaraan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak terkait. “Ini bukan kerja individu, tetapi kerja bersama untuk Kabupaten Cirebon. Kami hanya menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Ronianto, kunci keberhasilan terletak pada kekompakan antar sekolah, koordinasi wilayah, dan tim pengelola pendidikan kesetaraan yang dibentuk khusus untuk memastikan setiap anak yang terdata kembali mendapatkan layanan pendidikan. Pendekatan berbasis data membuat pemetaan anak yang putus sekolah lebih akurat, sehingga proses penjangkauan lebih cepat dan risiko anak terlewat dari layanan pendidikan dapat diminimalkan.
Selain itu, program kolaboratif ini juga berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan kesetaraan. Kesadaran ini dianggap krusial agar keluarga tidak ragu untuk mendaftarkan anak-anak mereka dalam program belajar alternatif yang setara dengan jalur formal.
Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Model kolaborasi yang telah diterapkan akan terus dikembangkan agar akses belajar bagi seluruh anak di wilayah ini dapat berkelanjutan.
Tim Redaksi
