Jendelajabar.com 03/02/2026 JAMBI Kini remaja berinisial CA itu depresi. Ia tak mau lagi menjadi Polwan.
Ketika ditemui di rumahnya, Jumat (30/1/2026) pagi, CA menangis. Ia men ceritakan tragedi yang membuat luka seumur hidup itu.
Sebenarnya, C berencana mengikuti tes masuk kepolisian tahun ini.
Namun, peristiwa yang dialami membuatnya tidak punya keberanian untuk mendaftar ke institusi penegakan hukum di Indonesia ini.
Jangankan untuk mengikuti tes kepolisian, saat ini dia masih mengurung diri di dalam kamarnya.
Ia mengatakan kini sangat benci dengan kepolisian.
Menurutnya, bagaimana bisa seseorang yang seharusnya menolongnya saat ternyata malah ikut melakukan pemerkosaan.
”Saya dipegang dan diperkosa, bukannya ditolong, malah pelaku ikut memperkosa,” tuturnya.
Remaja C diperkosa empat orang pada November 2025 lalu.
Dua pelaku oknum polisi dan dua orang lagi akan mengikuti tes polisi tahun 2026.
Satu di antara warga sipil tersebut merupakan anak dari pendeta terkemuka di Jambi.
Akibat peristiwa itu, korban trauma dan sempat ingin mengakhiri hidup.
Namun, niat CA dapat dicegah oleh pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut.
Saat ini, keluarga korban sedang menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan.
(RMA)
