Karawang, Jendelajabar.com — Kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan berlubang kembali terjadi di Jalur Pantai Utara (Pantura). Seorang pengendara sepeda motor mengalami luka berat setelah terjatuh dalam kecelakaan tunggal di Flyover Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Minggu (1/2/2026). Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan di jalur nasional yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena kondisi jalan yang rusak dan tidak layak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi saat korban melintas di Flyover Cikampek yang dikenal memiliki volume kendaraan cukup padat, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang. Diduga, korban kehilangan kendali setelah roda sepeda motornya menghantam lubang di badan jalan. Akibat benturan keras dengan aspal, korban mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini kembali memantik sorotan publik terhadap kondisi infrastruktur jalan Pantura yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah pengendara mengaku kondisi jalan berlubang di beberapa titik sudah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan maksimal, meski jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi nasional yang menghubungkan Jakarta hingga Jawa Timur.
Menanggapi maraknya kecelakaan di jalur tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku prihatin atas kejadian kecelakaan yang terus berulang di Jalan Pantura, khususnya akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
“Pemprov Jawa Barat minta maaf atas banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan nasional yang menghubungkan Jakarta sampai Jawa Timur. Banyak lubang di jalan itu, tapi kami tidak bisa memperbaiki karena itu kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Dedi pada Senin (2/2/2026).
Dedi menegaskan, meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan Pantura, pihaknya memiliki keterbatasan kewenangan dalam melakukan perbaikan. Jalan Pantura merupakan jalan nasional yang sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Namun demikian, Pemprov Jawa Barat mengaku terus melakukan koordinasi dan menyampaikan laporan kepada pemerintah pusat agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan seperti Flyover Cikampek. Dedi juga mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Pantura, khususnya pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Kondisi jalan berlubang di Jalur Pantura bukan kali ini saja memakan korban. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kecelakaan dengan penyebab serupa dilaporkan terjadi di berbagai daerah sepanjang jalur tersebut. Masyarakat berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan demi menjamin keselamatan pengguna jalan dan mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
Tim Redaksi
