KABUPATEN BANDUNG, JendelaJabar.com — Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan koperasi sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memfokuskan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) pada sektor peternakan ayam petelur guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi program antara Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Dinas Koperasi dan UKM, dengan perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Pertemuan berlangsung di Kantor Kemenkop RI, beberapa waktu lalu.
Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Koperasi guna membahas arah kebijakan pembiayaan koperasi desa dan penguatan sektor pangan strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui LPDB akan diarahkan secara fokus pada pengembangan usaha ayam petelur di Kabupaten Bandung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya kebutuhan telur nasional seiring dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Dadang, program MBG membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar, stabil, dan berkelanjutan. Telur ayam dinilai sebagai salah satu sumber protein utama yang mudah diakses masyarakat serta memiliki nilai gizi tinggi.
“Kebutuhan telur ke depan akan meningkat signifikan seiring implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pembiayaan LPDB kami arahkan untuk mendukung pengembangan peternakan ayam petelur sebagai komoditas prioritas,” ujar Dadang Supriatna.
Ia menambahkan, penguatan sektor ayam petelur tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui koperasi, peternak rakyat diharapkan dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, pendampingan usaha, serta jaminan pemasaran hasil produksi.
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan, pengembangan ayam petelur berbasis koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, khususnya di wilayah perdesaan. Skema pembiayaan LPDB dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berbasis pada produksi pangan strategis dan berkelanjutan.
Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga telur di pasaran. Dengan produksi yang terencana dan terintegrasi melalui koperasi, fluktuasi harga di masa mendatang dapat ditekan.
“Ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan program nasional, tetapi juga soal kemandirian pangan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, dan pemerintah pusat melalui dukungan LPDB akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya peternak ayam petelur yang tergabung dalam koperasi.
Tim Redaksi
