Kabupaten Bandung Barat – Tragedi bencana alam yang terjadi di wilayah Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Salah satunya dialami oleh Ibu Julaeha, warga RT 05/11 Babakan, yang menjadi saksi sekaligus korban selamat dari peristiwa memilukan tersebut.(31/01/26)
Kepada awak media, Ibu Julaeha menuturkan bahwa saat kejadian sekitar pukul 02.00 WIB, ia masih terjaga karena mendengar suara helikopter yang melintas di atas permukiman. Tak lama kemudian, rumahnya mulai terasa berguncang.
“Suami saya sempat melihat ke luar rumah dan yang terlihat itu air bercampur lumpur sudah mengalir deras. Saya langsung membangunkan anak-anak yang sedang tidur,” ujarnya dengan suara bergetar.
Dalam kondisi panik, Ibu Julaeha dan suaminya sempat berusaha menolong keluarga adiknya. Namun derasnya aliran lumpur yang datang begitu cepat membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

“Kami sempat mau menolong keluarga adik saya, tapi lumpur sudah cepat menimbun. Kami akhirnya kembali untuk menyelamatkan adik yang lain, Arsya, usia 2 tahun, yang saat itu berada di atas genting,” jelasnya.
Arsya berhasil diselamatkan oleh ayahnya, namun kedua orang tuanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Setelah itu, Ibu Julaeha bersama keluarga berusaha mencari tempat yang lebih aman untuk menyelamatkan diri.
Saat diwawancarai, raut wajah Ibu Julaeha tampak penuh kesedihan. Ia menunjuk ke arah lokasi rumahnya yang kini hanya tersisa tanah dan puing-puing bangunan.
Akibat bencana tersebut, Ibu Julaeha dan keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda. Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
Bagi para dermawan atau donatur yang ingin membantu, dapat langsung menghubungi Ibu Julaeha melalui nomor handphone: 0858-6219-5992.(Jay)
(Red)
